10 Kegagalan Juara Premier League yang Paling Tragis

EPL-trophy

Arsenal 2025/2026 belum gagal. Namun, tanda-tanda bahaya sudah muncul. Reuters melaporkan Arsenal masih memimpin klasemen, tetapi City memangkas jarak menjadi tiga poin dengan satu laga tunda. Reuters dan The Guardian juga menyoroti empat kekalahan dalam enam laga domestik terakhir Arsenal. Itu alasan mengapa pertanyaan “menyusul?” terasa sangat relevan sekarang.

Daftar ini bersifat editorial. Fokusnya adalah momen-momen ketika harapan juara berubah menjadi luka besar. Dari Newcastle yang runtuh di era 1990-an, sampai Arsenal yang terus dihantui label hampir-juara, Premier League memang kaya tragedi. GOAL merangkum banyak kasus klasik itu, dan laporan Reuters terbaru membuat pertanyaan tentang Arsenal semakin tajam.

1. Kegagalan Juara Premier League: Arsenal 2025/26 Mulai Menyerupai Pola Lama

Arsenal 2025/2026 belum masuk buku sejarah sebagai kegagalan. Tetapi, situasinya mulai mirip pola klasik. GOAL menulis bahwa Arsenal berisiko finis runner-up keempat beruntun. Reuters juga mencatat Arsenal masih memimpin sejak Oktober, lalu terguncang setelah kalah dari Bournemouth dan Manchester City. Artinya, tekanan sekarang bukan teori. Tekanan itu nyata.

Jika Arsenal terpeleset lagi, narasinya akan berat. Mereka tidak hanya gagal juara. Mereka juga akan kembali dicap rapuh di fase penentuan. Untuk saat ini, hasil akhir belum ditentukan. Tetapi sejarah Premier League menunjukkan, momen seperti ini sering berubah jadi luka besar.

2. Kegagalan Juara Premier League: Arsenal 2024/25 Jadi Runner-Up Lagi

Musim 2024/25 juga menyakitkan untuk Arsenal. Reuters menyebut musim itu sebagai satu lagi musim yang “slipped by” tanpa hasil besar. Laporan yang sama menegaskan Arsenal kembali finis sebagai runner-up. Itu membuat mereka tampak seperti tim yang selalu dekat, tetapi tidak pernah tiba.

Masalahnya bukan hanya hasil. Masalahnya adalah pola. Arsenal kembali berada di jalur yang menjanjikan. Namun, mereka gagal mengubah janji menjadi gelar. Dalam sepak bola, kekalahan berulang seperti ini sering lebih menyakitkan daripada satu musim buruk.

3. Kegagalan Juara Premier League: Manchester City 2024/25 Kehilangan Kendali

Manchester City juga masuk daftar ini. Reuters menyebut musim 2024/25 mereka sebagai musim dengan “mid-season nose-dive”. City bahkan turun serendah posisi ketujuh. Mereka juga menutup musim tanpa trofi, sesuatu yang tidak terjadi selama delapan tahun. Untuk standar Pep Guardiola, itu adalah kejatuhan besar.

City memang bukan sekadar gagal juara. Mereka adalah juara yang kehilangan kontrol. Ketika tim sekuat City kehilangan ritme, tekanan ke pesaing langsung berubah. Itulah sebabnya Arsenal 2025/26 harus waspada. Lawan mereka bukan tim biasa. Lawannya adalah mesin juara yang masih lapar.

4. Kegagalan Juara Premier League: Arsenal 2022/23 yang Runtuh di Akhir

GOAL menempatkan Arsenal 2022/23 di posisi teratas daftar mereka. Alasannya jelas. Arsenal sempat unggul delapan poin pada April 2023. Mereka juga sudah 30 kali memimpin klasemen dalam musim itu. Namun, tiga hasil imbang beruntun dan kekalahan telak dari City membuat segalanya runtuh.

Reuters menulis hal serupa. Arsenal kalah di Nottingham Forest, lalu City resmi menjadi juara. Reuters juga menyebut Arsenal kalah di bawah tekanan relentless dari City. Itu adalah contoh klasik kegagalan juara. Tim terbaik tidak selalu juara. Tim paling tahan tekananlah yang sering selamat.

5. Kegagalan Juara Premier League: Manchester United 1997/98 Kehilangan Keunggulan

Manchester United 1997/98 adalah salah satu collapse paling terkenal. GOAL menyebut United sempat unggul 11 poin pada Februari. Mereka bahkan sempat berpeluang menjauh 14 poin. Tetapi, hasil buruk di Sheffield Wednesday dan West Ham mengubah arah musim. Arsenal lalu menyalip mereka.

Banyak fans mengingat musim itu sebagai awal dominasi Arsenal era Wenger. Namun, bagi United, musim itu adalah bukti bahwa keunggulan besar pun bisa hilang. Saat tekanan datang, poin yang terlihat aman bisa lenyap sangat cepat. Itulah tragedi sejati dalam perburuan gelar.

6. Kegagalan Juara Premier League: Arsenal 2002/03 Kehilangan Kendali

Arsenal 2002/03 juga masuk jajaran kegagalan paling menyakitkan. GOAL mencatat Arsenal sempat delapan poin di depan pada awal Maret. Namun, mereka hanya menang dua kali dari tujuh laga berikutnya. Kekalahan dari Leeds akhirnya mengakhiri harapan mereka mempertahankan titel.

Yang membuat musim ini tragis adalah waktunya. Arsenal tidak runtuh di awal. Mereka runtuh setelah terlihat stabil. Ketika sebuah tim kehilangan kontrol pada fase penentuan, dampaknya sering lebih keras. Arsenal memahami itu dengan sangat pahit.

7. Kegagalan Juara Premier League: Manchester United 2011/12 dan “Giveaway” Besar

Manchester United 2011/12 gagal dengan cara yang sangat dramatis. GOAL menyebut mereka kehilangan momentum setelah hasil buruk melawan Everton, City, dan Wigan. United sempat unggul delapan poin. Namun, mereka kehilangan kendali di waktu terburuk. Akhirnya, City juara lewat gol Sergio Agüero yang legendaris.

Musim itu terasa kejam karena United hampir menang. Mereka juga masih memimpin pada titik-titik penting. Tetapi, satu kesalahan di waktu tepat bisa mengubah semuanya. Premier League sering memberi pelajaran yang sama. Keunggulan tidak bernilai jika gagal dijaga sampai akhir.

8. Kegagalan Juara Premier League: Arsenal 2007/08 dan Luka di Birmingham

Arsenal 2007/08 adalah tragedi yang sulit dilupakan. GOAL menulis bahwa Arsenal datang ke Birmingham sebagai pemuncak klasemen. Mereka unggul lima poin. Namun, laga itu berubah setelah Eduardo mengalami cedera parah. Arsenal kemudian hanya menang sekali dari tujuh laga berikutnya. Mereka finis ketiga.

Musim itu bukan sekadar soal taktik. Musim itu juga soal psikologi. GOAL menyebut reaksi kapten William Gallas di akhir laga sebagai momen yang ikut memperburuk keadaan. Ketika ketenangan hilang, tim pun ikut runtuh. Arsenal belajar hal itu dengan cara yang sangat mahal.

9. Kegagalan Juara Premier League: Newcastle 1995/96 dari 12 Poin ke Runtuh

Newcastle 1995/96 mungkin masih jadi simbol terbesar kegagalan juara. GOAL menyebut mereka pernah unggul 12 poin. Namun, United perlahan memangkas jarak. Kekalahan 4-3 dari Liverpool menjadi salah satu titik patah paling ikonik dalam sejarah liga. Akhirnya, Newcastle gagal menjaga kendali.

Yang membuat kisah ini abadi adalah emosinya. Kevin Keegan menjadi simbol frustrasi musim itu. Newcastle tampil indah, tetapi indah saja tidak cukup. Dalam persaingan juara, ketenangan dan ketahanan mental sering lebih penting daripada gaya bermain.

10. Kegagalan Juara Premier League: Liverpool 2013/14 dan Tragedi Crystanbul

Liverpool 2013/14 adalah salah satu collapse paling menyakitkan. GOAL menulis bahwa Steven Gerrard sempat memperingatkan rekan setimnya agar keunggulan mereka tidak hilang. Namun, slip Gerrard melawan Chelsea mengubah arah musim. Setelah itu, Liverpool juga membuang keunggulan 3-0 di Crystal Palace.

Reuters menyebut hasil di Palace hampir pasti mengakhiri harapan titel Liverpool. Itulah tragedi dua babak. Bukan hanya satu momen. Bukan hanya satu kesalahan. Tetapi rangkaian tekanan yang akhirnya mematahkan mimpi juara.

Penutup

Dari semua contoh itu, satu pelajaran selalu sama. Juara Premier League tidak cukup hanya kuat. Tim juara harus tahan tekanan, tahan gangguan, dan tahan kepanikan. Arsenal 2025/26 belum sampai titik itu. Namun, sejarah menunjukkan tanda-tanda awal sering berakhir buruk. Karena itu, pertanyaan “Arsenal menyusul?” masih terbuka lebar.